anti israel flag
MAUKAH ANDA DIBAYAR HANYA DENGAN MENGKLIK IKLAN DAN NGELIATIN IKLANNYA SELAMA BEBERAPA DETIK? TANPA SYARAT, TANPA ANCAMAN, TANPA TIPUAN... BERGABUNGLAH DI KLIKRUPIAH, KLIKAJADEH, NGEBUX atau ARA-BUX !!! KALAU MAU MAKSIMAL, GABUNG SAJA DENGAN KEEMPAT-EMPATNYA!

Monday, May 4, 2009

Misteri Rumah Pondok Indah Yang Angker!!!


Rumah bernomor 83 A di jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan itu, dulunya tentu megah. Mentereng. Lama tak berpenghuni, kini tinggal "rongsokan". Amburadul. Kusen pintu dan jendela raib. Dipreteli. Kaca-kaca pun telah lenyap. Tembok-temboknya serba kumuh dan kusam oleh seabrek aneka grafiti. Keramik lantainya berantakan. Kolamnya tinggal kubangan. Halamannya jorok oleh alang-alang. Toh, rumah buruk seluas 800 m2 dengan nilai jual objek pajak (NJOP) Rp 42,9 miliar itu tergolong paling ngetop di Jakarta karena telah lama dikabarkan berhantu! Karena perkara aneh rumah itu pula maka ruas jalan menuju pondok Indah selama sepekan macet... cettt...

Kemacetan dahsyat yang panjang itu dimulai pada hari Minggu (22 September 2002) dan hari-hari berikutnya, begitu tersiar kabar bahwa lewat tengah malam, seorang tukang nasi goreng hilang setelah melayani seseorang dari rumah itu. Katanya, pedagang itu raib karena diculik hantu yang sekian lama diyakini menghuni bekas rumah mewah tersebut. Isu yang tak jelas asal-usulnya ini membuat banyak orang penasaran dan tergiur untuk menjenguk. Dampaknya, ya itu tadi, kemacetan panjang karena ratusan orang bergerombol dan aneka kendaraan parkir di sekitar lokasi rumah. Pada hari senin tanggal 23 September, kemacetan tambah panjang setelah polisi memasang police line kuning. Kemacetan tetap tak mereda setelah police line dicabut.

"Sudah tiga hari jalan di Pondok Indah ini macet hampir 24 jam, karena kerumunan orang yang ingin melihat rumah hantu itu. Makanya diberi garis polisi itu. Padahal, nggak ada apa-apa. Kalau memang ada orang hilang tentu ada pengaduan dari keluarga yang kehilangan. Wong... sampai sekarang saja tidak ada pengaduan apa-apa dari pihak keluarga yang kehilangan. Pekerjaan kami jadi bertambah, ngurusi rumah kosong!" keluh Aiptu Bambang Hadi Kusmoro yang menjadi kepala jaga di Pos Polisi Pondok Indah.

Untuk mencegah kemacetan berlarut, Polsek Kebayoran Lama membuat seruan lewat spanduk yang dipajang di depan rumah angker itu. Bunyinya, "Jangan Percaya Berita Yang Tidak Benar. Isu Rumah Hantu Itu Bohong Belaka". Pihak keamanan Pondok Indah juga memasang neon agar tak terlihat gelap dan seram. Toh, antusiasme publik untuk menengok tak kunjung surut. Apalagi media cetak, radio, dan hampir semua televisi telah menayangkan beritanya. Pada malam jum'at, kemacetan baru terurai.

Dari mana gosip itu muncul, tentu sulit untuk dilacak. Tukang nasi goreng yang beroperasi di wilayah itu umumnya berasal dari Pemalang, Brebes, dan Tegal (Jawa Tengah) yang sama-sama mengontrak rumah di kawasan Tanah Kusir. Selepas maghrib, mereka juga biasa berangkat bersama-sama, beriringan. Menurut Samuji (30) yang biasa mangkal dekat pom bensin sekitar satu kilometer dari rumah itu, ada sembilan orang yang biasa berjualan berkeliling Pondok Indah. Dan, tak satupun berkurang!

"Teman-teman saya lengkap, kok. Nggak ada yang hilang. Itu cuma isu. Saya sudah berjualan di sekitar Pondok Indah dari tahun 1990 waktu sepiring nasi goreng masih Rp 500. Saya kenal semua teman saya yang keliling disini. Semuanya, 9 orang, masih lengkap dan tidak ada yang hilang," tutur lelaki asal Pemalang tersebut.

Bagi Samuji, keramaian dadakan itu memang membawa berkah. Jualannya makin laris dan cepat habis! Biasanya, omsetnya cuma 5 kg beras, naik jadi 7 kg. Biasanya jam 1 malam baru habis, kini jam 10.30 sudah ludes!

Keriuhan di Pondok Indah itu bermuara pada satu hal : hantu! Sudah belasan tahun terbetik kabar bahwa rumah kosong itu dihuni hantu. Bahkan, menurut versi yang lebih antah-berantah, bak markas aneka macam jin ibukota! Konon, pada kurun 1980-an, di rumah itu terjadi pembantaian. Seluruh penghuni dibunuh. Mereka siapa, tak jelas. Di kepolisian, juga tak pernah tercatat adanya kasus kriminal tersebut. Kabar lain menyebutkan, pada tahun 1986 rumah itu dihuni oleh sebuah keluarga dengan dua anak, seorang pembantu, dan sopir. Salah seorang anak mencari pesugihan dan tak becus dalam memanajemeninya. Akibatnya, satu demi satu anggota keluarganya tewas. Tak jelas penyebabnya.

Waktu demi waktu, isu hantu terus menderu. Tak sedikit orang mengaku pernah diganggu, Syahdan, pasca pembunuhan, rumah itu pernah dikontrak sebuah keluarga. Tak lama, mereka tak betah dan buru-buru pindah, karena sang hantu marah. Para pembantu di rumah sebelah-menyebelah mengaku biasa diganggu. Pada malam hari, terdengar suara yang memanggil-manggil namanya. Atau mengetuk-ngetuk pintu kamarnya!

Cerita lain, syahdan, seorang pengemudi suatu waktu mencium bau amis darah yang berasal dari rumah itu. Seorang sopir taksi malah mengaku mengalami peristiwa yang lebih ganjil. Malam-malam, taksinya mogok persis di depan rumah itu. Seorang pria penghuni rumah itu keluar dan menawarkan jasa, bahkan memberinya sebuah busi. Taksi beres dan jalan lagi. Sampai depan Mall Pondok Indah, dekat lampu merah, taksinya distop polisi dan mogok kembali. Si polisi bertanya kenapa mogok. Si sopir lalu bercerita. Si polisi lalu mengingatkan agar si sopir taksi waspada karena bapak-bapak itu kemungkinan besar bukan manusia. Ketika dicek lagi, ternyata busi yang diberikan lelaki itu cuma sepotong kayu berbau wangi!

Suro Keong, kolektor aneka hewan aneh yang mengaku punya kemampuan melihat hantu membenarkan kalau rumah itu memang dihuni oleh sejumlah roh halus. "Walau saya nggak langsung kesana, saya bisa melihat kalau disana memang ada penghuninya. Penghuni itu sebenarnya pesugihan dari yang punya rumah. Tetapi karena tak bisa merawat pesugihannya, si empunya jadi tumbal sendiri. Sekarang ini malah banyak makhluk halus yang ngendon disana," katanya.

Jaya (35), satpam perumahan Pondok Indah yang telah bertugas dari sejak tahun 1991 juga mengklaim bahwa rumah itu memang ada penunggunya. "Saya sudah lama tahu kalau rumah ini berhantu. Saya nggak pernah lihat wujudnya, tapi kalau lewat situ kadang-kadang bulu kuduk pada berdiri semua. Kejadian sekarang ini gile beneer, sampe banyak orang ngeliat gini!" ujarnya.

Aneh atau tidak, isu hantu tersebut seiring sejalan dengan isu melorotnya nilai jual. Bayangkan saja, rumah yang NJOP-nya puluhan miliar rupiah, lama-lama dikabarkan telah ditawarkan dengan harga yang sangat murah : Rp 50 juta! PBB-nya saja berkisar antara 2 sampai 5 juta. Pihak pengembang perumahan Pondok Indah, PT Metropolitan Kencana, buru-buru menyanggah. "Bohong kalau rumah itu dijual Rp 50 juta," seru Jodhi, Staf Pemasaran di PT itu. "Sejak tahun 1996 saya kerja disini. Ribuan sudah orang yang menanyakan tentang rumah hantu itu. Paling tidak, rata-rata 3 orang dalam sehari datang untuk bertanya. Mereka ingin membeli rumah itu karena murah. Waktu itu harga yang ditawarkan masih Rp 250-500 juta. Tapi katanya sekarang sudah dibeli sama Bank Mandiri, ya?"

Yang jelas, rumah itu memang menjadi aset Bank Mandiri. Karena masih dalam status sengketa, penawaran belum dilakukan. Kepada sebuah harian terkemuka Jakarta, seorang petinggi di bank itu menjelaskan bahwa kalaupun nanti dijual, pastilah lewat lelang resmi.



3 comments:

Anonymous said...

This is a topic which is close to my heart... Many thanks! Where are your contact details though?


My web blog - live stream Sex

Anonymous said...

Asking questions are truly fastidious thing if you are not understanding anything
entirely, however this piece of writing provides fastidious understanding even.


Feel free to surf to my web page - taking lives sex scene

M Yusuf said...

Permission Promotions please
Thanks Greetings Indo Furniture Need Info Contact Us ......
ISTANA MEBEL JEPARA
FURNITURE JEPARA
MEBEL JEPARA
FURNITURE MINIMALIS
MEBEL MINIMALIS
FURNITURE MURAH
MEBEL MURAH
FURNITURE JATI
MEBEL JATI
INDONESIA FURNITURE
Mebel Jepara, Furniture Jepara, Jepara Mebel, Jepara Furniture, Toko Furniture Jepara, Mebel Jati, Mebel Minimalis, Jepara Minimalis